![]() |
Ada banyak orang beranggapan hidup di masa kini jauh
lebih sulit dibandingkan dengan masa lalu. Katanya jika dulu hidup hanya soal
pangan, sandang, dan papan maka sekarang ini kebutuhan semakin banyak dan
kompleks. Soal pakaian misalnya. Dulu
pemilihan pakaian di dasarkan pada kemampuan benda ini untuk melindungin bagian
“sakral” manusia. Tidak perlu memikirkan model, warna, merek, dan lain
sebagainya. Yang penting ukuran sesuai ya pasti dipakai.
Coba bandingkan dengan sekarang, di mana baju tidak hanya
berfungsi sebagai pelindung badan tapi juga penambah kilaunya penampilan. Mau
membeli baju tidak boleh asal. Lihat dulu modelnya, bentuknya, warnanya, merek,
dan jangan lupa harga. Hanya untuk memilih baju saja ada banyak pertimbangan di
belakangnya.
Lalu kita lanjut perihal makan. Kembali lagi ke periode
dulu, makan bukanlah hal sulit yang membutuhkan banyak energi guna
memikirkannya. Makan nasi, lauk pauk, dan sayur saja sudah bisa. Yang penting
kenyang dan gizi (kalau memungkinkan) ya cukup. Pertimbangan ini tentu berbeda
dengan masa kini di mana untuk urusan makan tidak sedikit hal yang mesti
dipertimbangkan. Agar tidak gendut nasinya diganti dengan nasi merah, lalu
sayur dipilih yang organik dan jangan lupa di masak menggunakan minyak zaitun.
Terakhir dalam penyajiannya pun harus ditimbang dulu agar kandungan kalori di
dalamnya tetap terjaga.
Ya begitulah, seiring dengan perkembangan zaman yang
katanya semakin mudah ternyata ada pula beberapa hal yang justru semakin ribet
dan susah. Tapi sebenarnya kalau dipikir-pikir tidak ada hal kompleks dalam
hidup. Kita sebagai manusialah yang acap kali membuat segalanya semakin terasa
susah untuk dijalani. Karenanya. dalam tulisan ini saya akan memperkenalkan
filosofi hidup ala mie instan yang akan menjauhkan Anda semua dari cara hidup
penuh kesulitan:
1. Jalani hidup dengan praktis seperti cara masak mie instan yang bisa dimasak seadanya
Selain rasanya yang diklaim sebagai mie instan paling
nikmat di dunia, kelebihan panganan satu ini juga terletak pada kemudahannya
ketika dimasak. Siapapun kamu dan serendah apapun level kemampuan masak yang
dipunya, hampir bisa dipastikan kamu bisa memasak mie instan. Tinggal nyalakan
kompor, taruh panci berisi air dan didihkan, masukkan mie lalu diamkan 3-4
menit, dan mie instan siap kamu santap sampai kenyang.
Berdasarkan dari mudah dan praktisnya memasak mie instan,
kenapa tidak kita menjalani cara hidup serupa? Ya buatlah hidup sesederhana
mungkin. Misalnya saja kalau uangmu hanya cukup untuk makan tahu tempe, tidak
perlulah ngoyo dengan memaksakan diri
makan ayam sampai harus utang teman. Seandainya kamu hanya bisa beli baju kelas
kaki lima ya lakukan saja. Toh dengan
baju murah meriah tersebut bagian-bagian vital nan sakral yang ada di tubuhmu
tetap terjaga. Hal terpenting buatlah hidup semudah mungkin hingga tidak berat
menjalaninya.
2. Buat hidup Anda fleksibel seperti mie instan yang cocok dimakan sebagai menu sarapan, makan siang, sampai kelaparan di tengah malam
Tidak hanya gampang dibuat, kelebihan mie instan yang
lainnya adalah karena dia makanan paling fleksibel dikonsumsi di mana saja dan
kapan saja. Tidak seperti bubur ayam yang umum disantap saat pagi hari atau
sate yang biasanya muncul saat malam hari, mie instan selalu pas dimakan mulai
dari matahari terbit sampai dengan terbenam.
Fleksibilitas inilah yang layak kita adopsi dalam
menjalani hidup sehari-hari. Ya kalau pas awal bulan dan baru gajian ajaklah
pacar Anda untuk nonton atau makan di restauran. Sebaliknya saat akhir bulan
dan uang tinggal sisa-sisa perjuangan ajaklah macar mojok di kostan. Dengan bersikap fleksibel
seperti mie instan sesungguhnya bisa membuat hidup lebih gampang karena kamu
tidak repot memikirkan tuntutan hidup yang ini dan itu.
3. Mie instan selalu mantap ditambah toping apapun di atasnya. Jadikan pula hidup tetap enak meski banyak masalah di dalamnya
Coba deh perhatikan di antara makanan lainnya mie instan
adalah jenis makanan yang tetap maknyus dengan aneka toping di atasnya. Mulai
dari telor, ayam, sampai sayuran semuanya bisa ditambahkan dan tidak akan
merubah nikmatnya rasa mie instan. Sebaliknya, toping-toping tersebut justru
menambah cita rasa dari mie itu sendiri.
Sifat mie instan yang tetap enak meski ditambahkan aneka
toping ini juga bisa kamu jadikan prinsip dalam menjalani hidup. Anggaplah
aneka masalah yang akan ditemui dalam perjalanan ke depannya adalah ‘toping kehidupan’
yang bukannya merusak kehidupanmu tapi justru menambah seni dalam menjalani
kehidupan ini. Kenikmatan menjalani hidup tidak perlu jadi berkurang karena
aneka masalah yang ada. Buatlah “toping-toping” tersebut menjadi cita rasa yang
membuat hidupmu makin bergelora.
4. Mie instan tidak banyak menuntut dimasak dengan cara dan itu. Ya, kalau hidupmu mau gampang jangan menuntut banyak dari kehidupan
Mungkin poin ini agak berkaitan dengan poin pertama tadi.
Ya, karena bisa dimasak dengan teknik seadanya mie instan memang tidak menuntut
banyak dari si pemasak. Bahkan nih karena sifatnya yang super easy going, mie instan bisa tetap enak
di makan hanya dengan remasan tangan saja. Tinggal buka bungkusnya, remas dikit
mienya, lalu campur bumbu, langsung dimakan deh.
Terus apa filosofinya?
Jawabannya adalah jangan banyak menuntut. Mie instan
tidak banyak menuntut seseorang harus menyediakan ini dan itu apabila mau
menyantapnya. Hasilnya makanan ini jadi favorit semua orang. Nah jika kamu mau juga punya hidup yang se-easy going mie instan cobalah jadi orang
yang jangan banyak menuntut. Tidak perlu mengharuskan hidup ini jadi lebih
gampang, semua orang harus baik, dapat kerjaan yang mapan. Jalani hidup
sesantai yang kamu bisa dan hidup jadi lebih mudah nantinya.
5. Bungkus mie instan selalu sederhana dan tidak neko-neko. Darinya kamu bisa belajar tentang hidup yang apa adanya
Kemasan mie instan (rata-rata) selalu tidak pernah
mengguggah selera. Jadi kalau kamu adalah orang yang belum pernah makan mie
instan, dijamin kamu tidak akan tergoda hanya karena bungkusnya. Bahkan
beberapa merek mie instan punya kemasan yang sama selama puluhan tahun lamanya.
Meski sibuk berinovasi dari segi rasa, tapi soal penampilan luar mereka tidak
pusing memikirkannya.
Nah dari bungkus mie instan yang konsisten menjaga
penampilan ala kadarnya ini, ada pelajaran yang bisa kamu petik juga.
Pelajarannya yaitu hiduplah dengan apa adanya (bukan seadanya loh ya).
Maksudnya adalah jangan bergaya melebihi isi dompet yang ada. Jangan berbicara
melebihi yang kamu punya. Hindari bergaya neko-neko apalagi kalau tujuannya
hanya untuk memesona orang. Lihatlah mie instan yang tetap berjaya di tengah
persaingan produk makanan lainnya meski dari segi penampilan tak menjual. Buat
pula hidupmu sama, meski dari luar biasa saja tapi kalau sudah kenal kualitas
dalamnya, mereka akan kagum sama kamu.
Featured Image by: nindrawatinovi.wordpress.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar